CERITA RAKYAT · MANYARAN

Sejarah & legenda
Umbul Nogo.

Mengenal Umbul Nogo melalui salah satu versi cerita rakyat Manyaran.

Baca kisahnya
Kolam dan pepohonan di Umbul Nogo saat ini
Umbul Nogo, Manyaran.

Perjalanan Joko Lelono

Konon, perjalanan Joko Lelono berawal dari salah paham dengan ayahnya, Begawan Sidik Wacana. Perkataan sang ayah membuat penglihatannya hilang. Ditemani Ki Mertak dan Ki Jebres, ia pergi menunggang gajah untuk mencari pertolongan. Begawan Sidik Waseso akhirnya memulihkan penglihatannya.

Cahaya dan sang putri

Di perjalanan pulang, cahaya menarik perhatian Joko Lelono. Ia mengikutinya hingga tiba di gerbang alam gaib, tempat Dyah Ayu Putri Serang berada. Merasa telah menemukan tambatan hati, ia melangkah masuk dan meninggalkan kedua pengawalnya di luar.

Pertarungan gajah dan naga

Sambil menunggu, kedua pengawal memperoleh bekal dari Ki Makarang. Mereka kemudian mendengar kabar pertarungan gajah tunggangan mereka dengan naga sang putri. Kedua hewan itu binasa. Para pengawal lantas menanam kelapa muda di sekitar kepala keduanya.

Munculnya mata air

Ketika kembali mencari bekal, mereka tidak lagi mengingat tempat kelapa ditanam. Sebatang bambu digunakan untuk mencarinya. Begitu kelapa tertusuk, air memancar semakin deras. Dalam legenda ini, pancaran tersebut menjadi awal mata air Umbul Nogo.

BACAAN RUJUKAN

78 Legenda Ternama Indonesia

Wahyu Setyorini dan Tim WIN (Wong Indonesia Nulis)

Elex Media Komputindo · 2022
ISBN 9786230031731

Narasi disajikan sebagai penceritaan ulang secara ringkas dengan bahasa sendiri, bukan kutipan langsung dari buku.

Lihat katalog buku